<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="14259">
 <titleInfo>
  <title>Analisis Framing Pemberitahuan Kasus Korupsi Tambanh Timah Rp 271 Triliun Pada Media Online Detik.Com</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Januar Putra Halim</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Jakarta</placeTerm>
   <publisher>FIKOM UPI YAI</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent>99 hlm</extent>
 </physicalDescription>
 <note>Pembimbing : Syaifuddin&#13;
&#13;
ABSTRAK :&#13;
Kasus korupsi tambang timah pada tahun 2024 menjadi kasus korupsi terbesar kedua di Indonesia dengan kerugian mencapai 271 triliun rupiah, yang mendapat sorotan luas dari media, termasuk Detik.com. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis framing pemberitaan kasus tersebut di Detik.com menggunakan teori konstruksi realitas media dan model framing Robert N. Entman. Metode ang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, dokumentasi, studi pustaka, dan internet, serta keabsahan data diuji dengan triangulasi metode. Hasil enelitian menunjukkan framing definisi masalah menonjolkan dua tersangka utama, Harvey Moeis dan Helena Lim, untuk menarik perhatian publik, serta menyoroti angka korupsi yang besar-besar ari kasus korupsi tersebut. Framing identifikasi penyebab masalah pada penelitian ini menyoroti keterlibatan 22 tersangka yang secara sistematis bekerja sama melakukan korupsi kolusi dan epotisme (KKN), yang menunjukan adanya kejahatan terstruktur dan kolektif. Framing nilai moral menekankan pelanggaran serius terhadap norma dan hukum, sedangkan framing solusi menekankan enegakan hukum tegas dan pengelolaan aset sitaan secara strategis.&#13;
&#13;
Kata Kunci : Framing, Korupsi, Media Online, dan Tambang&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>Pembingkaian Berita, Analisis Framing</topic>
 </subject>
 <classification>NONE</classification>
 <identifier type="isbn">2064190041</identifier>
 <location>
  <physicalLocation>Perpustakaan Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Persada Indonesia</physicalLocation>
  <shelfLocator>SKR 006 BRO 2025</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">2B-25.06</numerationAndChronology>
    <sublocation>Perpustakaan</sublocation>
    <shelfLocator>SKR 006 BRO 2025</shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>14259</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-10-31 09:47:27</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-10-31 10:02:35</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>