<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="14286">
 <titleInfo>
  <title>Kemampuan Komunikasi Interpersonal Dalam Penyelesaian Konflik Toxic Relationship pada Remaja Akhir Di Bekasi , Jawa Barat</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Nabilah Kevin Putri Arsa</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Jakarta</placeTerm>
   <publisher>FIKOM UPI YAI</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent>123 hlm</extent>
 </physicalDescription>
 <note>Pembimbing : Khina Januar R&#13;
&#13;
ABSTRAK :&#13;
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya kemampuan komunikasi interpersonal dalam penyelesaian konflik pada toxic relationship yang dialami remaja akhir di Bekasi, Jawa Barat. Banyaknya asus toxic relationship berdampak negatif pada kesehatan mental dan emosional, sehingga remaja akhir perlu mengandalkan keterampilan komunikasi untuk menghadapi konflik dalam hubungan ersebut. Penelitian ini menggunakan Teori Pertukaran Sosial untuk menjelaskan alasan informan bertahan dalam hubungan toxic karena pertimbangan imbalan (reward) seperti rasa aman, kebersamaan, dan ikatan emosional, meskipun harus menanggung biaya (cost) berupa tekanan dan kekerasan. Selain itu, Model Resolusi Konflik Thomas-Kilmann digunakan untuk melihat gaya penyelesaian konflik informan, yang mencakup kompetisi, akomodasi, menghindar, mengalah, dan kolaborasi.Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan fenomenologi. Data dikumpulkan melalui observasi nonpartisipan, wawancara mendalam, studi kepustakaan, dokumentasi, dan internet. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan komunikasi nterpersonal, yang meliputi keterbukaan, empati, sikap positif, sikap mendukung, dan kesetaraan, berperan penting dalam penyelesaian konflik. Setiap informan menampilkan gaya resolusi konflik ang berbeda sesuai dengan keterampilan interpersonal yang dimiliki. Disimpulkan bahwa semakin baik kemampuan komunikasi interpersonal, semakin besar peluang remaja akhir menyelesaikan onflik secara konstruktif meskipun berada dalam hubungan toxic. &#13;
&#13;
Kata Kunci: Komunikasi interpersonal, Toxic Relationship, Remaja akhir, Konflik</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>Komunikasi</topic>
 </subject>
 <classification>NONE</classification>
 <identifier type="isbn">2164190010</identifier>
 <location>
  <physicalLocation>Perpustakaan Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Persada Indonesia</physicalLocation>
  <shelfLocator>SKR 024 PR 2025</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">2P-25.24</numerationAndChronology>
    <sublocation>Perpustakaan</sublocation>
    <shelfLocator>SKR 024 PR 2025</shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>14286</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-11-05 10:29:15</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-11-05 10:30:17</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>