<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="14292">
 <titleInfo>
  <title>Analisis Fear Of Missing Out (Fomo) &amp; Impression Management Dalam Pembentukan Citra Diri) (Studi Fenomenologi Pada Penonton &amp; Followers @thesoundsproject)</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Thasyia Ramadhana</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Jakarta</placeTerm>
   <publisher>FIKOM UPI YAI</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent>113 hlm</extent>
 </physicalDescription>
 <note>Pembimbing :   Yuli Yulfinarsyah&#13;
&#13;
ABSTRAK :&#13;
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh analisis Fear of Missing Out (FOMO) dan Impression Management dalam pembentukan citra diri penonton sekaligus pengikut akun Instagram @thesoundsproject. Perkembangan media sosial telah mengubah cara individu berinteraksi, mengekspresikan diri, dan membangun eksistensi di tengah budaya populer. Instagram tidak hanya berfungsi sebagai sarana berbagi momen, tetapi juga menjadi ruang strategis untuk menampilkan identitas diri yang diinginkan. Dalam konteks festival musik The Sounds Project, unggahan foto, video, dan cerita menjadi representasi diri yang dikurasi secara cermat, sering kali dipengaruhi dorongan FOMO serta kebutuhan akan pengakuan sosial. Penelitian ini menggunakan teori dramaturgi Erving Goffman yang memandang interaksi sosial layaknya pertunjukan teater. Konsep front stage menggambarkan area ketika individu menampilkan citra diri kepada publik, sedangkan back stage merupakan ruang persiapan sebelum citra tersebut ditampilkan. Penelitian ini juga dilengkapi dengan definisi konsep komunikasi, psikologi komunikasi, media sosial, media baru, FOMO, Instagram, dan citra diri guna memahami cara penonton membangun persepsi publik tentang dirinya. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan fenomenologi dan jenis penelitian deskriptif. Data dikumpulkan elalui observasi nonpartisipan, wawancara, studi kepustakaan, dokumentasi, dan penelusuran internet. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penonton dan pengikut @TheSoundsProject terdorong ntuk hadir serta membagikan pengalaman mereka di Instagram karena rasa takut tertinggal. Melalui unggahan tersebut, individu secara sadar mengatur kesan untuk menampilkan citra diri yang aktif, ntusias, dan relevan dengan tren. &#13;
&#13;
Kata Kunci : Fear of Missing Out (Fomo), Impression Management, Citra Diri, Festival Musik</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>NONE</classification>
 <identifier type="isbn">2164190085</identifier>
 <location>
  <physicalLocation>Perpustakaan Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Persada Indonesia</physicalLocation>
  <shelfLocator>SKR 030 PR 2025</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">2P-25.30</numerationAndChronology>
    <sublocation>Perpustakaan</sublocation>
    <shelfLocator>SKR 030 PR 2025</shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>14292</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-11-05 14:39:32</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-11-07 10:45:32</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>