<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="14318">
 <titleInfo>
  <title>Penggunaan Media Sosial Instagram Dalam Membangun Self-Affirmation (Studi Fenomenologi Pada Followers Akun Instagram @proud.project)</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Salsabila Audah</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Jakarta</placeTerm>
   <publisher>FIKOM UPI YAI</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent>128 hlm</extent>
 </physicalDescription>
 <note>Pembimbing : Nur Idaman&#13;
&#13;
ABSTRAK :&#13;
Meningkatnya konsumsi media sosial di kalangan Generasi Z mencerminkan kebutuhan akan dukungan emosional di tengah tekanan sosial. Instagram berfungsi tidak hanya sebagai hiburan, tetapi uga sebagai ruang reflektif untuk memahami diri. Penelitian ini bertujuan mengetahui bagaimana followers akun @proud.project memaknai konten yang dikonsumsi serta bagaimana proses self-ffirmation terbentuk melalui interaksi dengan konten tersebut. Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan fenomenologi. Informan adalah Generasi Z berusia 22–25 ahun yang telah menggunakan Instagram lebih dari lima tahun. Data diperoleh melalui observasi dan wawancara, dan dengan menggunakan triangulasi sumber dan metode. Hasil penelitian enunjukkan bahwa konten @proud.project dipahami sebagai pengingat, penyemangat, dan penguat diri. Proses afirmasi diri berlangsung bertahap melalui keterhubungan emosional, refleksi, hingga penerimaan diri. Secara keseluruhan, Instagram berperan sebagai media yang mendukung kesadaran emosional dan kesejahteraan psikologis Generasi Z. &#13;
&#13;
Kata Kunci : Media sosial, Instagram, Generasi Z, Self-Affirmation, KontenSTRAK :&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>Penggunaan Media Sosial</topic>
 </subject>
 <classification>NONE</classification>
 <identifier type="isbn">2064190084</identifier>
 <location>
  <physicalLocation>Perpustakaan Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Persada Indonesia</physicalLocation>
  <shelfLocator>SKR 033 PR 2025</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">2P-25.33</numerationAndChronology>
    <sublocation>Perpustakaan</sublocation>
    <shelfLocator>SKR 033 PR 2025</shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>14318</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-11-27 11:23:29</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-11-27 11:24:19</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>