<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="3494">
 <titleInfo>
  <title>Analisis Self Disclosure Antara Remaja Dengan Orang Tua Dalam Keluarga Broken Home (Studi Kasus Keluarga Broken Home Di Jakarta)</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Amelia Yuni Salamah</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Additional Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Jakarta</placeTerm>
   <publisher>FIKOM UPI YAI</publisher>
   <dateIssued>2017</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">SKR Public Relation 2017</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Dosen Pembimbing : Dra.Dian Harmaningsih.,M.Si.rnrnLatar belakang dilakukannya penelitian ini karena peneliti ingin melihatrnbagaimana pengungkapan diri antara remaja dengan orang tua dalam keluarga brokenrnhome yang disebabkan karena perceraian orang tuanya.rnDalam penelitian ini, mengacu pada teori self disclosure atau teorirnpengungkapan diri dengan memberikan informasi mengenai perasaan, sikap danrnperilaku, keinginan serta situasi yang dihadapi. Menandai sehat atau tidaknyarnkomunikasi dengan melihat keterbukaan yang terjadi dalam komunikasirnPenelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan sifat deskriptif. Unitrnanalisisnya adalah remaja dan orang tua dalam keluarga broken home yang terjadirnkarena perceraian. Dan ntuk teknik pengumpulan datanya yaitu melalui prosesrnwawancara mendalam, observasi non partisipan serta melalui studi kepustakaan danrndokumentasi.rnAdapun hasil penelitian ini menunjukkan bahwa self disclosure antara remajarndengan orang tua dalam keluarga broken home lebih terlihat pada remaja denganrnperceraian kedua orang tuanya yang terjadi lebih dari satu tahun lamanya. Selfrndisclosure lebih terlihat antara remaja dan sang ibu, baik yang tinggal bersama iburnmaupun tidak. Sering berjalannya waktu, pola pikir remaja tersebut akan berkembang,rnselain itu adanya perhatian dari orang tua dan lingkungan yang baik dapatrnmempermudah proses pemahaman dan pendewasaan remaja terhadap perceraian keduarnorang tuanya. Beberapa faktor yang mempengaruhi self disclosure remaja dengan orangrntuanya adalah perasaan menyukai, kepribadian, topik dan jenis kelamin.rnrnKata Kunci : Self Dislcosure, Keluarga, Broken Home</note>
 <subject authority="">
  <topic>Analisis Self Disclosure</topic>
 </subject>
 <classification></classification>
 <identifier type="isbn">1364190340</identifier>
 <location>
  <physicalLocation>Perpustakaan Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Persada Indonesia</physicalLocation>
  <shelfLocator>SKR 050 PR 2017</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">2P-17.50</numerationAndChronology>
    <sublocation></sublocation>
    <shelfLocator></shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>3494</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2018-11-08 14:58:36</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2018-11-08 14:58:36</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>