<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="3568">
 <titleInfo>
  <title>Pengelolaan Identitas Dalam Membina Sebuah Hubungan (Studi Etnografi Pada Suami Istri Etnis Tionghoa Dengan Suku Sunda)</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Ade Rohim Saputra</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Additional Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Jakarta</placeTerm>
   <publisher>FIKOM UPI YAI</publisher>
   <dateIssued>2017</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">SKR Broadcast 2017</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Dosen Pembimbing : Aden hidayat,S.Sos., M.SirnrnDari pernikahan dua budaya, dan dari dua suku yang berbeda memang sangatrnmenarik dan sudah banyak yang melakukan pernikahan berbeda budaya contohnyarnpernikahan Etnis Tionghoa dengan Suku Sunda. Untuk menyatukan dua karakter manusiarnyang berbeda tersebut harus penuh kesabaran, dan interaksi yang rutin untukrnmemudahkan pendekatan, dan butuh waktu untuk menyesuaikan yang diinginkan olehrnpasangannya agar tidak terjadi salah paham.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahuirnuntuk mengetahui pengelolaan identitas dalam membina sebuah hubungan suami istrirnTionghoa dengan Sunda, dan untuk mengetahui pasangan tersebut lebih menonjolkanrnidentitas budaya Tionghoa atau Sunda.rnTeori pengelolaan identitas membantu kita melihat bagaimana hubungan dapatrnmemperoleh identitasnya melalui komunikasi. Ketika membentuk identitas sebuahrnhubungan, perbedaan budaya sebenarnya terlihat jelas dan mereka akan menemukan dirirnmereka terlibat dalam komunikasi interkultural (intercultural communication) ketikarnmereka mempertimbangkan aspek-aspek budaya dari hubungan merekarnDalam penelitian ini, peneliti menggunakan pendekatan kualitatif. Penelitianrnkualitatif yang bermaksud untuk memahami fenomena tentang apa yang dialami olehrnsubjek penelitian misalnya perilaku, persepsi, motivasi, tindakan dll, secara holistik, danrndengan cara deskripsi dalam bentuk kata-kata dan bahasa. Metode penelitian inirnmenggunakan metode etnografi sebagai gambaran bagaimana individu-individurnmenggunakan budayanya untuk memakai realitas.rnDari hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa pasangan pertama (istri) darirnSuku Sunda mengalami kemunduran dan pengurangan identitas setelah menikah, (suami)rndari Etnis Tionghoa identitas budayanya tetap terjaga setelah menikah. Sedangkanrnpasangan kedua dari keduanya sama-sama menjaga identitas budayanya.rnrnKata Kunci : Pengelolaan identitas, Hubungan.</note>
 <subject authority="">
  <topic>Pengelolaan Identitas</topic>
 </subject>
 <classification></classification>
 <identifier type="isbn">1264190147</identifier>
 <location>
  <physicalLocation>Perpustakaan Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Persada Indonesia</physicalLocation>
  <shelfLocator>SKR 006 BRO 2017</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">2B-17.6</numerationAndChronology>
    <sublocation></sublocation>
    <shelfLocator></shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>3568</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2018-11-08 14:58:36</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2018-11-08 14:58:36</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>