<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="3666">
 <titleInfo>
  <title>Perancangan Audio Visual Proses PascaProduksi Pada Film Perjalanan Air</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Nurma Yulita Handayani</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Additional Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Jakarta</placeTerm>
   <publisher>FIKOM UPI YAI</publisher>
   <dateIssued>2017</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">TKA Broadcast 2017</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Dosen Pembimbing : Drs. Ibrahim, M.SirnrnEdiitng adalah sebuah proses kerja yang dilakukan oleh seorang Editor, yaitu memotong, meramu, menggabungkan gambar-gambar sehingga menjadi sebuah cerita yang utuh dan dapat dimengerti.Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori editing konstruktif (contructive editing) dari metode itu dipahami editor dapat mengubah ubah urutan shot sesuai keinginanya dan hal ini berpengaruh pada makna pesan yang disampaikan.Dalam film documenter tidak ada aturan baku dalam mengedit, hal yang terpenting film documenter haruslah bisa berpengaruh pada makna pesan yang disampaikan kepenonton. Selain itu penulis juga menggunakan teori komunikasi, komunikasi massa, film, dan film dokumenter. Dalam penelitian ini melakukan tahapan-tahapan dari praproduksi, produksi sampai pada tahap akhir paskaproduksi sebagai editor.Berdasarkan daripenelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa, editor dalam sebuah produksi film documenter harus bisa memahami terlebih dahulu (ide besar) apa yang akan dikerjakan sebelum masuk pada proses editing, dengan melakukan rapat bersama timproduksi. Editor harus bisa memaksimalkan gambar dari hasil shooting yang ada, dan teruslah berkarya.rnrnKata Kunci : Editor, Editing, Film Dokumenter</note>
 <classification></classification>
 <identifier type="isbn">0754190070</identifier>
 <location>
  <physicalLocation>Perpustakaan Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Persada Indonesia</physicalLocation>
  <shelfLocator>TKA 007 BRO 2017</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">3B-17.7</numerationAndChronology>
    <sublocation></sublocation>
    <shelfLocator></shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>3666</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2018-11-08 15:06:49</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2018-11-08 15:06:49</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>